Thursday, 12 March 2020

Scandal Perselingkuhan Dokter dan Suster Perawan Yang Cantik

Posted by DOMINO757 OFFICIAL on March 12, 2020 with No comments

Scandal Perselingkuhan Dokter dan Suster Perawan Yang Cantik -  Sebagai wanita karir yang memilih pekerjaan yang melayani pasien tentu seorang suster harus bertanggung jawab dan menerima penempatan rumah sakit yang ditugaskan dari pusat yang nantinya akan menjadi tempat aku bekerja selanjutnya disalah satu kota dijawa barat. Namaku Resti dengan tinggi 165cm dan berat badan 48kg memiliki kulit kuning langsat serta ukuran payudara 36B standart wanita indonesia. hanya saja bila aku memakai pakaian ketat atau mini, semua mata yang memandang pasti akan bernafsu dan terangsang gairah seksualnya.

Scandal Perselingkuhan Dokter dan Suster Perawan Yang Cantik


Di rumah sakit ini, saya memiliki rekan kerja yaitu seorang Dokter yang akan saya dampingi disetiap ada pasien yang melakukan pengobatan ataupun pemeriksaan kesehatan. Rekan kerja saya itu namanya Irwan yang lebih dikenal dengan dr. Irwan dia lumayan tampan, sudah beristri namun belum dikaruniai anak, mungkin karena dia lebih banyak menghabiskan waktu nya di rumah sakit, dia juga merupakan idola para suster disini, wibawanya dan tutur katanya membuat semua suster selalu mengaguminya.

Perselingkuhan ini terjadi kira-kira 3 tahun yang lalu, waktu itu aku kebetulan mendapat giliran malam, padahal besok harinya itu hari libur karena bertepatan dengan tanggal merah, entah perayaan apa aku tak ingat, pasien di rumah sakit itu sangat sedikit, jadi yah bias dihitung jari, dan biasanya setelah jam 9 malam, rumah sakit itu sepi sekali, mungkin karena letaknya juga jauh dari pusat kota, lebih termasuk ke pinggiran kota.

Setelah aku mengecek kamar pasien yang di diami beberapa pasien, aku segera saja membereskan pembukuan, setelah itu aku masuk ke dalam ruang perawat dimana biasanya perawat berkumpul, bersitirahat, dan juga berganti baju seragamnya. Karena lelah aku duduk sejenak di kursi empuk yang tidak ada tangannya atau pegangan untuk tangannya. Entah karena lupa atau karena lelah aku tidak mengunci pintu, aku melepaskan sepatu pantovel ku yang sudah membuat kaki ku sangat pegal, aku menyandarkan kepalaku di kursi.  Agen Domino99 Online Terpercaya

Tiba-tiba saja dari belakang ada yang menyentuh pundakku serasa akan memijitnya, aku kaget dan langsung bangkit dari kursi, dan ternyata…

”dr. Irwan?” ucapku kaget. “capek ya? Abis kerja?” tanyanya lembut.

“iya dok, sedikit.” Jawabku. Kemudian dr. Irwan duduk di kursi yang aku duduki tadi, aku hanya berdiri diam di depannya, entah kenapa saat dr. Irwan menatapku jantungku berdegub kencang, mungkin suara deguban itu bias terdengar oleh nya. “mau saya pijitin gak, sus?” Tanya nya. “Ah… dokter bisa aja” aku hendak beranjak melangkah, tapi kemudian, tiba-tiba saja tangan ku ditarik oleh dr. Irwan, dan aku terjatuh tepat dipangkuannya.

Dia memelukku sangat erat dari belakang hingga aku tak bisa melepaskan pelukkannya, namun sebenarnya aku juga senang dengan apa yang ia lakukan itu. Dia mencium leherku dari belakang, desah nafasnya dan ciumannya membuat birahi ku naik. Sesaat dia menciumi leherku, kemudian bibirku pun dia kerjai pula, aku pun tak tinggal diam, ku ladeni ciumannya itu, lidah kami beradu, saling mengulum satu sama lain.


Entah setan apa yang merasuki ku malam itu, bagiku semuanya sangatlah indah. Tak terasa tiba-tiba tangannya sudah mulai meraba dada ku, dibukanya kancing seragam suster ku itu, hingga beberapa kancingnya terbuka dan mencuatlah buah dadaku yang masih menggunakan bh, lalu ditariknya keluar payudara dari kurungannya, sesaat dr. Irwan menelan ludah melihat payudara ku itu.

“Resti… ternyata kamu memiliki dada yang sungguh indah ya?” ucapnya sembari mengusap puting ku. Aku hanya bisa mendesah

“ah.. dokter suka ya mainin dada Resti ?” ucapku.

Tanpa menunggu waktu dia langsung mengulum dan menjilati payudara ku dengan penuh nafsu, seperti bayi yang sedang meyusu kepada ibunya. Aku menikmati semuanya, sembari dia terus memainkan dadaku, tangannya mulai bergerak menuju ke bawah perutku, dibuka nya kaki ku lebar-lebar, hingga rok mini seragam ku itu pun terangkat ke pahaku, aku mengangkang sembari di pangku dr. Irwan, aku masih tetap memunggunginya, dia memainkan jarinya di bibir vaginaku, membuat ku benar-benar melayang.

Kemudian dia lanjutkan dengan memasukkan jarinya ke dalam vagina ku, di mainkannya vagina ku itu dengan jari-jarinya, sentuhan itu membuat vagina ku mulai basah, tapi rupanya dr. Irwan tau kalo aku ingin segera dipuaskan, tiba-tiba saja dia menghentikan perbuatannya. Dia menyuruh ku duduk menghadap dia, aku pun kini seperti berlutut dihadapannya, dibukanya celana dia, nampaklah senjatanya yang sudah berdiri keras, rupanya dia juga ikut terangsang tadi, dia menyuruhku untuk mengulum penisnya, mulanya aku takut, karena ini baru pertama kali buatku, tapi dengan sabar dia menuntunku, yang akhirnya dia pun mulai merasakan hisapan-hisapan mulutku, aku jilat dan ku sedot penisnya itu hingga basah.

Kemudian tiba-tiba dia menyuruhku menghentikannya dan memintaku untuk duduk menghadapnya, aku pun duduk dihadapannya kini, dia menurunkan cd ku, lalu dia memintaku untuk memasukkan penisnya ke dalam vagina ku. Aku sempat takut “dokter, saya takut, saya masih perawan dok…” 

“Justru itu Res, akan terasa enak loch, memang sakit diawal, tapi lama-kelamaan juga enak” ucapnya sambil mencium untuk menenangkan ku, setelah cukup tenang, dia mulai perlahan memasukkan penisnya ke dalam, 

“Ahhhh… aaaaahhh….. aahhhhh…”jeritku merintih menahan sakit dan perih. dr. Irwan memang sangat luar biasa, karena takut menyakiti ku dia pun sangat halus dalam melakukannya, dia memasukkan penisnya inchi demi inchi, dan akhirnya blessssssss… penis dr. Irwan telah masuk semua ke dalam vagina ku, tapi dia tidak lantas menggenjotku, dia justru membuat ku seperti dimanjakan, menciumi ku, memainkan payudaraku, dan secara perlahan dia menggerakkan badannya naik turun, membuat penis nya juga ikut bergerak menusuk vaginaku, sesaat ku rasakan darah keperawananku mengalir ketika dr. Irwan mendorong badannya dengan keras, dan membuat penisnya menusuk terlalu dalam,

waktu itu aku hanya menjerit “ah……sa..kittt… dok” rintihku.

“Gpp Res, entar lagi juga enak ” balasnya. Akhirnya selang beberapa menit ku rasakan ada yang menjalar hebat di dalam tubuhku, dr. Irwan mempercepat gerakannya menusuk vagina ku, dan..

“Ahhhhh..hhhh… dokter Resti rasanya pingin pipis nech…ah………” ucapku, “ pipisin aja resss aja Resti, itu bikin kamu lebih enak” ucapnya, dan ….

”ah………………., keluar dok” ucapku, tubuhku mengejang hebat, ku rasakan ada cairan yang mengalir keluar hingga sepertinya membasahi pahaku.

“enak kan saying?” ucap dr. Irwan. “Iyah… dokter pinter banget bikin aku lemes gini ah…………” itu adalah orgasme ku yang pertama.

Kemudian dr. Irwan menyuruhku berdiri dan sedikit menungging, aku menghadap meja yang ada di depanku, dr. Irwan kemudian mulai menggenjotku dari belakang, dan ini membuat ku sungguh melayang, benar-benar dokter yang hebat, pikirku dalam hati, dia terus menggenjotku, gerakannya semakin cepat, aku tahu rupanya dia juga akan klimaks,

Mau dikeluarin dimana Res?”

“di dalam aja dok, aku lagi gak masa subur koq, lagian aku juga pingin tau rasanya dimasukkin sperma dokter” ucapku waktu itu, dan tiba-tiba..

Crot.. crot… sperma dr. irwan keluar, mungkin karena banyak hingga keluar pula dari vagina ku, dan menetes di lantai. dr. Irwan kemudian memelukku dari belakang dan mencium bibirku, aku pun membalasnya, kami saling melumat lidah kami, dan setelah itu kami pun membenahi diri kami, aku pun membersihkan ceceran sperma di lantai.


dr. Irwan duduk di kursi bersitirahat sejenak, aku pun merapikan pakaian ku, kami juga sempat melakukan beberapa kali frenchkiss sebelum akhirnya dr. Irwan keluar dari ruangan itu. Malam itu benar-benar malam yang sangat indah buat ku. Dan setelah malam itu pun kami sering melakukannya tanpa di ketahui oleh suster yang lain, karena kamiselalu berpura-pura tidak pernah terjadi apa-apa di hadapan orang lain. Scandal perselingkuhan itu terjadi selama 3 tahun aku bekerja di rumah sakit itu, dan kini aku sudah pindah juga telah mempunyai seorang suami dan seorang anak, tapi tetap saja aku selalu merindukan saat-saat indah bersama dr. Irwan, dokter yang mengajariku sex dan merenggut keperawananku pertama kalinya

Thursday, 5 March 2020

Cerita Dewasa - Scandal Bercinta Dengan Janda Seksi Tentangga Rumahku

Posted by DOMINO757 OFFICIAL on March 05, 2020 with No comments


Cerita Dewasa - Scandal Bercinta Dengan Janda Seksi Tentangga Rumahku
yang berkisah saat aku berumur 26tahun yang sudah berkeluarga, dan disamping rumahku ada seorang wanita cantik dan seksi yang bernama Elisa. Wanita itu bekerja disalah satu perusahaan retail yang letaknya tidak jauh dari lokasi rumah. INIMASTER

Dengar-dengar dari tetangga bahwa Wanita itu ( Elisa ) adalah seorang istri simpanan pejabat, Tapi aku tidak percaya dan tidak ingin kemakan omongan dari orang lain selagi itu tidak terciduk didepan mataku secara langsung. Namun disela itu aku menjalankan aktifitas ku sehari-hari yaitu berolahraga pada jam 5 pagi.

Cerita Dewasa - Scandal Bercinta Dengan Janda Seksi Tentangga Rumahku
Saat melewati depan rumah mbak Elisa tanpa disengaja aku melihat Mbak Elisa sedang membuka gorden jendela rumahnya dan saat itu dia menggunakan baju daster model berbelah payudara berwarna kuning. Tanpa kusadari ternyata Mbak elisa tahu kalau aku sedang memperhatikannya dari luar.

Ketika esok harinya istriku yang akan berangkat  kerumah mertuaku yaitu orangtuanya diluar kota membawa anak-anak yang ikut denganya, Aku berpikir inilah kesempatan untuk berkenalan lebih dekat dengan mbak Elisa.si wanita janda seksi tetangga rumahku itu. Tapi aku masih ragu karena tidak tahu istriku sampai kapan dirumah orangtuanya.

Ketika esoknya aku menjalankan aktifitasku seperti tiap hari, aku melihat dari arah rumah mbak Elisa lampur rumahnya masih nyala/hidup meskipun hari sudah terang, Namun aku tidak peduli dan segera melanjutkan aktifitaskan berkeliling komplek. Tak lama kemudian aku melihat dia baru balik seperti berolahraga juga menggunakan sepeda juga segera masuk kedalam rumahnya, dan karena kebetulan keadaan disekeliling sedang sepi aku berusaha untuk mendekatinya, dan...

“Hi mbak, darimana nih??” sapaku

“dari rumah temen mas” wajahnya yang menantang menjawabku.

“nginep ya mbak?”

“iya mas” sambil gugup dia menjawabku sepertinya dia masi malu waktu itu pernah ku lihat hanya berpakaian dalam.

“ya sudah mbak capek kayaknya tuh mata masih merah, aku pulang dulu mbak mau bersih-bersih rumah ga ada istri soalnya”

“hehe iya, emangnya kemana istrinya mas??”

“lagi ke rumah ibunya mbak, kangen katanya”

“ow berapa hari mas?? kalo butuh bantuan bilang aja mas, sapa tau bisa bantu”

“wah kebetulan tuh mbak” pikirku melayang untuk meminta puaskan nafsuku

“kebetulan apa mas??”

“Ehhh ga kok mbak bercanda, ya sudah aku pulang dulu ya?? o ya tar kerja kah? kalo capek tar aku anter ga papa kok”

“ga mas aku libur, lagi ga enak badan nih”

aku pun pergi menuju rumah, hubungan ini ga aku sia sia kan, sampai di rumah aku sms mbak Elisa, ternyata nyambung juga hingga akhirnya sms an sampe malem, kata2 ku sudah mulai menjurus pada sex. 

Tenryata Mbak Elisa sedikit ngebales meskipun akhirnya dia takut akan hubungan ku dengan istriku. namun aku jawab mumpung ga ada dia esok pagi mbaku Elisa telpn aku ” mas tolong belikan obat donk, bisa kan?? pusing nih mau minta tolong sapa lagi aku ga taw”

“ok sayang” jawbku

“idih sayang di bom istrimu baru tau rasa lo”
hari sabtu adalah hari libur aku pergi membeli obat. setelah dapat aku masuk ke rumah mbak Elisa.

“mbak ini obatnya”

“iya mas bentar”

jrennnnggggg mbak Elisa memakai lingerie tapi agak tebal dikit lah berwarna biru muda, serentak titid ku bergejolak melihat tubuhnya yang putih serasa sengaja disuguhkan pada ku.

“Masuk mas, silahkan duduk dulu” celana dalam nya telihat samar2 di balik gaun tipis itu
mataku bener2 dimanjakan olehnya

“Silahkan diminum mas” sambil menyuguhkan teh dia merunduk dan belahan dadanya terlihat jelas. BH yang berwarna hitam telihat membungkus barang indah itu.

“Makasi mbak” mataku kembali terbelalak ketika melihat paha mulus saat mbak Elisa duduk di depanku, mulailah pikiranku melayang

“Mas rud malah nglamun” suaranya membangunkanku dari lamunan ku

“Heh maaf mbak lagi berfantasi”

“Hayo fantasi apa? cerita di Whatsapp itu ya ?? mas rudi ini bisa aja” sambil tertawa mbak Elisa menyingkap rambutnya.

“Hehehehe iya mbak diitnggal istri seminggu sih gini deh jadinya, apalagi mbak pakaiannya gitu, tambah deh”

“Hahaahhaha cuma kelihat paha aja udah melayang nih mas rudi”

“Banget mbak, hahaha”

“Mas maaf ya, aku sbenarnya sih g sakit, cuma akal akalan ku aja biar mas ke rumah, maaf ya ??

“Wah parah, kirain sakit beneran, kawatir nih, yang lebih parah lagi adek ni berdiri trus ngeliat paha ma dada, tanggung jawab donk?”

“Ye mulai deh minta ma bini sono” nadanya marah pada ku

“Becanda, gitu aja amarah”

“Iya ga papa, mas masukin tuh motor, temenin aku donk bentar aja mumpung ga ada bini mas katanya, haha”

aku pun memasukkan motor ke garasi mbak Elisa, lalu aku masuk kembali, aku di ajak ke sebuah ruangan yang bagus sekali.

“Mas ini aku namain ruangan surga, karna ini khusus kalo suami ku pulang, dia minta berhubungan disini, kedap suara soalnya ruangan ini mas, jadi meski teriak2 ga bakalan ada yang denger”

“Wow keren juga ya mbak, boleh dicoba tuh mbak,” sambil duduk di kursi saya memandang ruangan itu

“Itu disana ada kamar mandi, disini lah mas kalo aku lagi pengen puasin diri sendiri” mataku terbelalak ketika mbak Elisa duduk dengan kaki terbuka, celana dalamnya tipis, shingga terlihat dengan jelas jembut dan kemaluannya

“Eh iya mbak” sambil menahan aku menjawab

“liat ini mas? jangan diliat aja dong mas, dari kemaren aku tau kok mas … kalo kamu pengen aku, itu yang lagi berdiri masukin donk kesini” sambil menunjuk ms v nya mbak Elisa menantangku

“Hmmm siap ” saya pun langsung telanjang bulat

“Wow gede, enaku tuh, dah lama nih”
aku langsung menunduk karna mbak Elisa duduk sambil membuka kakinya di kursi, langsung kujilat kemaluannya

“Ooughhhh….ssssssssshhhhh mas inget istri…. ahhh enakkkk”
celana dalam nya aku copot, lidahku tetap bergerilya di kemaluan mbak Elisa, sesekali dia mencengkeram rambutku sesekali dia menjarit

“Oughhhhhhhhhhhhh fuck”

Baca Juga : Kisah Guru Home Schooling

menit2 demi menit berlalu, jari pun telah aku masukkan, jari yang semula kering kini di lumuri cairan putih dan bening,


“Mas aku keluar kerasin……..oughhhhhhhhhh” Elisa mencapai orgasme nya
aku naik untuk mencumbu bibirnya, sambil kucopot BH yang menempel di dada nya, namun lingerie yang indah itu aku biarkan menghiasi tubuhnya, kecupan demi kecupan saling kita berikan, tangan ku bergerilya di gunung surganya, ku hisap pentilnya sesekali kugigit secara perlahan

“Ough mas kamu ahli…ahhhhh sayang”

“Mas udah dulu” sambil mengangkat kepalaku Elisa berdiri dan merunduk di depanku

“Kumakan ya mas kontolmu ini” sambil mengocok dia mendekatkan mulutnya ke kontolku
aku pun cuma bisa menganggukkan kepala

“Ouughhh sayang” desahku ketika kontolku di lumat habis
menit demi menit aku di kulum nya, aku merasakuan sedikit lagi aku orgasme, aku mengangkat kepala Elisa, kemudian dia lepaskan kulumannya“ada apa mas?”

“Ga papa aku mau orgasme berhenti bntar, pengen orgasme saat di dalam ini” sambil ku tunjuk vaginanya

“Itu tar aja, ga adil tadi aku keluar di mulut kamu, sekarang harus di mulut juga” langsung mengulum kembali penisku, di kocok sekeras munngkin.

“Ouughhhhhh,,,, aku kluar… crotzzz” beberapa menit kemudian aku orgasme dalam mulut Elisa, dia lari ke kamar mandi sambil memuntahkan sperma ku, meski dia menlean dikit tapi masih banyak spermaku yang di mulutnya

“Widih masih siap tempur” sapanya dari kamar mandi, sambil meminum pil KB, kemudian Elisa berjalan ke tepi kasur, dan membuka kakinya

“Hehe iya donk barang bagus nih” sambil kudekati Elisa aku peluk sambil cium

“Buruan sayang ga tahan nih lubang dari tadi nganggur” tanpa pikir panjang langsung aku masukin

“ooouughhhh” desahan bersama sambil bercumbu kembali, aku gerakukan maju mundur penis in terasa menghujam lubang sempit yang membuat saraf2 di otaku bekerja dengan senang

“Mas… oouughhhh ” desah Elisa 

“Mass…. kerasin donk…. ahhhhhh… shhhhhhh” desah Elisa sambil menggoyang badannya
aku kerasin doronganku dengan sekali2 aku dorong penuh sehingga rasanya penis ini menyentuh pangkal di dalam

"Oouughhh masssss lov u….. ahhhhhhhhhh
setelah beberapa menit Elisa menariku untuk di bawah tancapkan lah penisku kedalam vaginanya 

selang beberapa menit Elisa orgasme, gesekan yang dilakukan sangat keras gerakan naik turunnya bener2 ajib, sampai terdengan suara “plok..plok”

“aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh maaaaaaaaaaaaassssssssss aku kluar…. cairan sperma ku banyak terasa mengalir di penisku, kemudian aku tarik Elisa untuk berciuman
setelah itu Elisa aku ajak dogy style, nafsu yang menyelimuti kita menjadikan gaya ini sedikit brutal berulangkali Elisa berteriak dan bunyi yang di sebabkan tumbukan antara paha ku dan pantatnya sangat keras……..beberapa menit aku angkat tubuh Elisa menuju tembok, aku hujam di atas pangkuanku. Agen Domino99 Online Terpercaya

“ouughhhhh luar biasa mas” desahnya sambil tersenyum 


Selang beberapa menit aku merasakan hampir orgasme

“sayang aku beri kamu anak ya?” kataku sambil menggendongnya untuk kembali berbaring

“kalo bisa coba aja” candanya sambil memegang penisku untuk di arahkan ke lubangnya kembali
aku pun kembali menghujam vaginanya dengan penis ku, keras dan cepat tapi kadang aku menurunkan ritme dengan pelan2 tapi menusuk

“oughhhh masssssssss”
aku tersenyum sambil meronta keenakan

“mas aku mau keluar lagi……shhhhhhhhhh….. kerasin……..”

“aku juga sayang….oughhhhhhhhhhhh” tambah cepet aku genjot Elisa 
beberapa menit kemudian

“Ahhhhhhhhhhhhh…. kumu hebat sayang” desah Elisa sambil mengejangkan tubuhnya memelukku

“Ougggggggghhhhhhhh ini bentar lagi” Titid ku sesekali menyaplok vaginanya yang sudah becek itu.

“Crotzzzzzzzz…..zrotssssss” spermaku keluar di dalam vagina Elisa, akhirnya aku bisa menikmati Elisa dengan penuh…. kupeluk Elisa dan ku ciumi dan kujilati dad nya

“Mas jangan pulang dulu, aku masih butuh kamu nanti” ucapnya pada ku
aku pun tersenyum, lalu ku kecup keningnya hari itu aku benar2 ga pulang ke rumah sampai keesokan harinya. Hanya waktu istriku telpon … aku bilang lagi di rumah capek mau kemana2, begitu pula Elisa, padahal setelah telpon itu selesai permainan liar kami berlanjut.



Ketika istriku di rumah, aku dan Elisa masih sering ketemu dan melakukan hubungan ini di hotel, suatu saat Elisa memintaku memberinya anak, meski aku tidak usah bertanggung jawab akan hal itu karena dia bilang kalo itu anak dr suaminya yang datang sehari sebelum itu… kini Elisa sudah pindah dari komplek rumahku bersama anak hasil hubungan kami, namun komunikasi kami masih terjaga, sesekali kami bertemu di suatu kota untuk semata2 melakukan hubungan sex tidak lebih, dia tau aku sangat mencintai istriku.

Saturday, 22 February 2020

Cerita Dewasa Bercinta dengan Ibu Dosen Seksi bertoked Besar

Posted by DOMINO757 OFFICIAL on February 22, 2020 with No comments



Cerita Dewasa Bercinta dengan Ibu Dosen Seksi bertoked Besar - Pagi yang diawalin dengan hari yang indah, ketika menjalankan kegiatan seperti biasanya yaitu kuliah disalah satu kampus di hitz di bandung. Hingga saat ini aktifitas yang ku jalani hingga sekarang aku duduk dibangku kuliah hingga semester 5, dan yang membuat aku betah dikampus itu adalah Ibu Dosen yang cantik dan berpayudara besar yang membuatkan bertahan dan bersemangat belajar.

Cerita Dewasa Bercinta dengan Ibu Dosen Seksi bertoked Besar

Suatu ketika saya sedang berantam bahkan sempat putus nyambung dengan pacarku yang tidak tau diri karena sudah berselingkuh dibelakangku sehingga hubungan kami berakhir dalam waktu yang cukup lama hingga 2 tahun lamanya kami pacaran. Sudah cukup sampai disini dulu.

Jadi waktu dibandung itu kami tinggal berlima dengan sahabat dan teman kuliah ku lainnya, kami tinggal bertiga disebuah rumah kontrakan. Dan ternyata di dekat kontrakan kita tinggal adalah rumah Ibu Dosen yang cantik dan berpayudara besar itu. Hingga suatu hari saya ingin pergi dan melewati rumah ibu dosen melihatnya sedang menjemur pakaian dengan baju " You Can See " nya itu terlihat seketika belahan payudaranya saat dia memeras pakaian basah yang hendak dijemurnya. Dan Tiba-tiba....

" Heii Robert....." Ibu dosen ternyata sudah melihatku juga, yang tadinya aku ingin menyapa dahulu ternyata dikebut olehnya..

" ehh Ibu Dosen, sedang apa bu? Tanyaku sambil memandang belahan yang terlihat dengan pakaian seksinya itu...

" Robert mau kemana??..... beeettttt? Kok kamu ngelamun sih? Hayoooo kamu mikiriiin apaaaa?? Aku ketahuan ibu dosen sedang memerhatikan belahan buah dada nya yang terlihat jelas didepanku...

" ehhhh...ehhhhhhngggaaa Bu, saya cuma kepikiran dengan mantan pacar saya yang teegaa ninggalin saya bukk,, dan alhasil kita sekarang sudah jauhann, dan aku merasa sendiriaaan bu...

“Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari pekan kemarin murung aja dan acap kali ngalamun sendiri”, kata Ibu Dosen.  Domino757 - Situs Judi Ceme Online Terpercaya

Hal itulah yang membuat aku menjadi lebih dekat dengan ibu dosen, karen setiap hari curhat curhat dan curhat,  Entah mengapa saya tak sengaja telah mulai ada perhatian sama Ibu Dosen. Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, saya sedang sakit kepala jadinya saya tidak hadir dari kuliah. Waktu itu saya sedang beristirahat dan bangkit dari tempat tidur, ada seseorang yang menggedur pintu kontrakan saya..

“Eh Ibu Yuli, nggak ngajar Bu?” tanyaku.

“Kamu kok nggak kuliah?” tanya Bu Dosen.

“Habis sakit Bu”, kataku.

“Sakit apa sakit?” goda Bu Dosen

“Ah.. Ibu bisa aja”, kataku.

“Kamu sudah makan belum?” tanya bu Dosen cantik berpayudara besar itu.

“Belum Bu”, jawabku.

“Ini ibu tadi habis masak, kebetulan tadi ibu ditelepon dan dimintain tolong sama teman kamar kamu untuk melihat keadaan kamu dirumah, jadinya ibu singgah”, katanya.

Sekaligus bu dosen makan dikontrakanku kami berdua juga sambil ngobrol ngalor ngidul hingga-hingga kita membahas cerita yang agak beraroma seks. Kukira bu dosen nggak menyukai yang namanya Cerita Dewasa, eh tau-taunya ia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita malahan ngobrol sudah terlalu jauh. Pas ketika itu saya ngomongin perihal perempuan yang telah lama nggak menikmati kekerabatan dengan lawan jenisnya.

“Apakah ibu sudah pernah melakukannya?” tanyaku.

“Sampai saat ini ibu belum pernah”, jawabnya jujur dengan nada malu-malu.

“Memangnya ibu selama ini pacaran tidak pernah kayak gituan bu?

“So pasti dong”, katanya.

“Lalu bersama siapa Ibu melakukannya, Ibu kan belum menikah”, sorry ya Bu, saya telah terlalu lancang bertanya begitu pada Ibu”, kataku.

Dengan agak ragu, kudekati bibirku ke bibirnya. Cup.. dengan seperti itu lembutnya saya merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan saya telah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga ia balas kecupanku. Kans itu tak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. 

Kukecup, 

“Aah.. cup.. cup.. cup..” ia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami mengerjakannya, tetapi kali ini ia telah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.

“Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Yuli aja ya!
Kubujuk Ibu Yuli, “Yuli, yuk main ke kamarku!”.

Dengan sedikit agak terkejut juga tetapi tanpa konfrontasi yang berarti kutuntun ia ke kamarku. Kuajak ia duduk di tepi daerah tidurku. Saya telah tak bendung lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. 


Dengan pelan kubuka kacing pakaiannya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Cantik banget tubuhnya, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya. 

“Ahh.. sshh.. teruskan Bert”, kata Ibu Yuli yang sudah tak tahan lagi, BH-nya kulepaskan dan terbentanglah dua buah kembar yang sintal ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian, 

“Aah.. ssh..” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri sebab ketika itu ia pas mengaplikasikan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, 

“Aah.. saya mulai merangsaaannggg.....

Kusikapkan celana pendeknya hingga terlepas sekalian dengan celana dalamnya, hu.. menawannya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, 

“Aah.. uh.. ssh.. buah zakar kamu terawat juga yah bert, saya juga telah nggak bendung lagi”, sesungguhnya memang ini ialah pemula bagi saya, eh ternyata Yuli juga telah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas telah celana pendek sekalian celana dalamku. 

“Oh.. besar benar-benar”, katanya. Kaprah-kaprah 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut ia mengelus zakarku, 

“Uuh.. uh.. shh..” dengan akurat saya berubah posisi 69, kupandangi sebentar gundukannya dengan pasti dan lembut. Saya mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, saya berupaya memasukkan lidahku ke dalam lubang alat kelaminnya, “Aah.. uh.. ssh.. terus Biji”, Yuli mengerang. 

“Saya juga nikmat Yuli”, kataku.

Dengan lembut disepoong kepala k*ntl ku, sesekali dimainkan dengan lidahnya.., 

“Assh.. oh.. ah.. Yuli terus sayang”, dengan lahap juga kusapu seluruh dinding lubang alat kelaminnya, 

“Aahk.. uh.. ssh..” sekitar 15 menit kami mengerjakan posisi 69, telah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

Telah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diberi tuntunan ke lubang kewanitaannya. Perlahan-lahan kusorong bokongku, 

“Aahh.. sshh.. pelan-pelan Biji, aku masih gadis”, katanya. 

“Haa..” saya terkejut, benar rupa-ternyata ia masih suci. Dengan sekali dorong lagi telah terasa licin. Blesst, 

“Aahk..” teriak Yuli, kudiamkan sejenak untuk menghilangkan rasa sakitnya, sesudah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin sebab baru pertama kali cuma dengan waktu 7 menit Yuli..


“Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. Bu Dosen ingin memainkan biji k*ntlku dengan lidahnyaaa”, katanya. 

“Tunggu, saya juga ingin menjilat vagina mu yul...” kataku. Tiba-tiba k*ntl ku menegang telah lalu kumasukkan kedalam vagina Bu dosen, tak lama kemudia K*ntlku digepit langsung oleh kelaminnya  dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tak kuat lagi untuk menahan ingin mengeluarkan cairan dari k*ntlku.

“Crot.. crot..” spermaku banyak muncrat di dalam vagina. “Aakh..” saya lemas habis, sehabis mengeluarkan banyak sperrmaa, badanku menjadi lemasss, sambil ku kecup bibirnyaaa dan terbaring bersebalahan di tempat tidur kontrakanku, saya tertidur di sampingnya.
“Bagaimana Bert ?” tanyanya. 

“Enakk buu, kalau ibu mau nambah nanti kita liat kondisi kontrakan ku dulu ya Bu.”

Kemudian kami cepat berberes-beres agar tak ada kecurigaan, dan semenjak kejadian itu saya jadi tambah dekat dan sering melakukan seks dengan ibu yuli di kontrakanku ketika teman-teman sedang tidak ada di kontrakan. Dan sekarang Ibu Yuli menjadi pacar gelapku..


Tuesday, 18 February 2020

Cerita Sex Melumat Bibir Kemaluan Teman Wanita

Posted by DOMINO757 OFFICIAL on February 18, 2020 with No comments



SempakBERENDA - Berpakaian sangat seksi, memberi support kepada tim dikampusku sudah menjadi hal yg biasa kami lihat yaitu pakaian yang digunakan anggota cheerleader. Suatu hari dikampus ada pertandingan sepak bola yang di iringi dengan cheerleader dengan jumlah wanita yang cukup banyak. Mereka memakai pakaian yang sama dan juga gaya ikat rambut yang sama dan hampir mirip semua, Hingga setelah pertandingan selesai aku melihat para cheerleader berbondong-bondong datang ke kantin kampus. Disana aku seperti mengenali seseorang yang muka nya tidak asing. Dia adalah Shella si gadis cantik teman ku waktu SMA. Lalu dia aku beranikan diri untuk nyamperin dan ngobrol dengan nya." INIMASTER

“Kamu cantik sekali deh Shella ..” sembari matanya tertuju pada belahan dadaku… wajahku langsung merah … terkejut dan dada ku berdegub kencang. Kalau dipikir-pikir aku dan shella memiliki scandal cerita waktu SMA, berikut ini aku mau ceritakan kepada kalian pemaca setia admin.


Cerita Sex Melumat Bibir Kemaluan Teman Wanita

“PRITTTTTTTT….!!!” tanda bahwa quarter ke-2 akan dimulai … aku langsung mengajaknya balik ke lapangan.
Dalem perjalanan ke lapangan, kami melewati kelas2 kosong … tiba2 dia menarik tanganku masuk ke dalem ruangan … lalu dia langsung menutup pintu … aku langsung bertanya padanya,

" Ada apa Kevin … quarter ke-2 udah mau mulai nih … kamu gak takut dicariin??”. Dia tak membalas pertanyaanku, melainkan langsung memelukku dari belakang, dan dia berbisik lagi denganku.

“Body kamu bagus ya sekali ya Shella ..” Aaaahhhh. aku tak bisa berbuat apa2 selain berbalik badan serta menatap matanya …. dan tersenyum padanya.

Lalu ia membuka pakaian basket dan celananya, sehingga ia hanya mengenakan celana dalem saja. Terlihat jelas padaku bahwa “kemaluan”-nya sudah tegang dibaik celana dalemnya. Ia memegang tanganku dan menuntun tanganku kedalem celana dalemnya. aku merasakan “kemaluan”-nya yg besar dan tegang itu dan ia memintaku untuk meremas-remas kemaluannya itu, bahkan hingga memaksaku untuk membuka celana dalemnya, setelahku buka celana dalemnya, terlihat jelas kemaluannya yg sudah ereksi … INIMASTER besar juga pikirku … hampir sejengkal tanganku kira2 panjangnya.

Baru sekali itu aku melihat kemaluan lelaki secara langsung, biasanya aku hanya meihat dari “Blue” film saja kalau aku diajak nonton bersama kawan2 dekatku. Ketika aku masih terpana melihat kemaluannya, dia melepas BH dan celana dalemku, tentu saja dgn sedikit bantuanku.

Setelah ia menyingkirkan pakaian dalemku, bodynya yg tinggi dan atletis layaknya sebagai seorang pemain basket itu, menindih bodyku diatas meja kelas dan ia mulai menjilati puting buah dadaku sampai Aku  benar2 menggeliat keeenakan, kurasakan basah pada bibir kemaluanku, Aku baru tau bahwa inilah yg akan terjadi denganku kalau aku benar-benar terangsang. Lalu tangannya yg kekar itu mulai meraba bibir kemaluanku dan mulai memainkan klitorisku sembari sesekali mencubitnya. Aku yg betul-betul terangsang setelah mencobanya tak bisa berbuat apa2 selain mendesah dan menggeliat di atas meja.

Baca Juga : 



Cukup lama ia memainkan tangannya pada kemaluanku, lalu ia mulai menjilati bibir bagian bawah kemaluanku dgn nafsunya, tangan kanannya masih memainkan klitorisku. Tak lama aku bertahan pada permainannya itu, kira-kira 5 menit kemudian, Aku merasakan darahku naik ke ubun2 dan aky merasakan sesuatu kenikmatan yg amat sangat nikmat, bodyku meregang dan aku merasakan cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku itu.

Tanpa ragu Kevin menjilati cairan yg keluar sedikit demi sedikit itu dgn nafsunya sampai hanya air liurnya sajalah yg membasahi kemaluanku itu.
Bodyku terasa lemas sekali … lalu Kevin duduk di atas pinggir meja dan memandangi wajahku yg sudah basah bermandikan keringat. Ia berkata padaku sembari tersenyum,

“Kamu cape banget ya Shella …” Aku hanya tersenyum. Dia mengambil pakaian basketnya dan mengelap cucuran keringat pada wajahku, aku benar2 kagum padanya,

“Baik banget nih lelaki” pikirku … Seperti sudah mengerti, aku jongkok di hadapannya, lalu mulai mengelus ngelus kemaluannya, sembari sesekali menjilati dan menciuminya, aku juga tak tau bagaimana aku bisa bereaksi seperti itu, yg ada di pikiranku hanya membalas perbuatannya denganku, dan cara yg kubuat ini pernah kulihat dari salah satu film dewasa yg udah pernah ku tonton.

Kevin hanya meregankan bodynya ke belakang sembari mengeluarkan suara2 yg malah makin membuatku ingin memasukkan kemaluannya ke dalem mulutku, tak berapa lama kemudian aku memegang pangkal kemaluannya itu dan mulai mengarahkannya masuk kedalem mulutku, Agen DominoQQ Terpercaya 


Terasa benar ujung kemaluannya itu menyentuh dinding tenggorokanku ketika hampir semua bagian batang kemaluannya masuk kedalem mulutku, lalu aku mulai memainkan kemaluannya didalem mulutku, terasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan basah lagi tanda kalau aku  sudah benar2 terangsang padanya.

Sekitaran 30menit kemudian aku dan kevin kembali lagi melakukan seks , tiba2 body Kevin yg sudah basah karena keringat itu mulai bergoyg goyang keras sembari ia berkata.

“aaaaarghhh…..aku udah gak tahan lagi nih Shella.. aku mau keluarr…” Akuyg tak benar2 memerhatikan omongannya itu masih saja terus memainkan kemaluannya, sampai kurasakan cairan hangat kental putih dan rada asin muncrat dari lubang kemaluan Kevin, Akulangsung mengeluarkan kemaluannya itu dan seperti kesetanan, Akumalah menelan cairan spermanya, dan malah menghisap kemaluannya sampai cairan spermanya benar2 habis.

Aku duduk sebentar di bangku kelas, dan kuperhatikan Kevin yg tiduran di meja sembari mencoba memelankan irama nafasnya yg terengah-engah itu.
Aku hanya tersenyum padanya, lalu Kevin bangun dan menghampiriku. Dia juga hanya tersenyum padaku. Cukup lama kami berpandangan dgn keadaan bugil dan basah berkeringat.

“Kamu cantik dan baik banget ya Shella” katanya tiba-tiba aku hanya tertawa kecil dan mulai mencium bibirnya. Kevin membalas dgn nafsu sembari memasukkan tangannya kedalem lubang kemaluanku cukup lama kami bercumbu, lalu ia berkata,

“Shella boleh nggak aku emm itu”

“itu apa Vin??” Tanyaku.

“Itu .. masa kamu gak tau sih ??” balasnya lagi.

Sebelom Kevin menjawab aku merasakan kepala batang kemaluanya sudah menyentuh bibir kemaluanku cresttt creest terasa ada yg terobek dalem kemaluanku dan sedikit darah keluar kemudian Kevin berkata

“Shella kamu ternyata masih perawan !!!”

aku hanya bisa tersenyum dan merasakan sedikit perih di kemaluanku terasa agak serat waktu setengah kemaluanya masuk ke vaginaku. digerak-gerakan perlahan batang kemaluanya yg besar tapi setelah agak lama entah mengapa rasa sakit itu hilang dan yg ada hanya ada rasa geli, enak dan nikmat ketika Kevin mulai menggoyangkan Batang kemaluannya maju mundur pelan pelan aku tak tahan lagi sehingga aku harus mendesah sambil menikmati tiap dorongan kevin.

Kemudian semakin cepat saja Kevin memainkan jurusnya yg maju mundur sesekali menggoyangkan kekiri kekanan.dan dipuntir- puntir putingku dan sesekali dia gigit hingga aku kesakitan nikmat dan semakin membuatku menggelepar gelepar seperti ikan yg dilempar kedaratan.

Keringat sudah membasahi body kita berdua memang ku sadari kalau saat itu tindakan kita berdua bisa saja dipergoki orang tapi aku rasa kemungkinanya kecil karena kelas itu agak terpencil .ahhhh ahhhh ahhh aku mendesah dgn suara kecil karena takut kedengarann orang lain ..kullihat tampang Kevin yg menutup matanya dan terenggah- engah nafasnya. cukup lama juga Kevin bermain dgnku memang benar kata orang kalau atlit itu kuat dalem bersenggama

berusaha untuk mencapai puncak orgasmenya lalu duduk di bangku dan menyuruhku untuk duduk di kemaluan nya. Aku menurut saja dan pelan-pelan aku duduk di kemaluannya . Kevin memegang pinggulku dan menaik turunkan diriku. Aku merasakan belom pernah aku merasakan kenikmatan yg seperti ini .aku mendesah desah dan Kevin semakin semangat menaik turunkan diriku .lalu body Kevin mengejang dan berkata,

“Shella aku mau keluarrrrrr ” sekarang malah giliranku yg semangat memacu gerakan tubuhku agar Kevin bisa juga mencapai klimaks nya .tapi lama Kevin mengeluarkan kemaluannyna dan terdengar ia mendesah panjang,

“Ahhhhhh Shella ..aku keluar .ku liat air maninya kececeran di lantai dan sebagian ada yg ke meja .lalu kami berdua duduk lemas dgn saling berpandangan. ia berkata,

“kamu nyesel yah Shella ?” aku menggeleng.

“ngak koq vin .sekalian buat pengalaman bagiku .”

Aku teringat kalo orang orang di luar kelas sangat banyak yg menonton pertandingan lalu aku buru buru mengenakan pakaianku dan menyuruh Kevin juga untuk memasang pakainnya .sebelom keluar iya bertanya dengak.

“Shella kapan kita bisa ‘begituan’ lagi? Dan aku menjawab terserah kamu vin .tapi nanti setelah pertandingan selesai kamu tunggu aku yah di pintu gerbang lalu nanti kita jalan jalan..” Ia tersenyum dan mengangguk lalu kami berdua keluar kelas dan sengaja berpisah ..

Begitulah pengalamanku, tak kusadarai ternyata melaqukan hubungan seks itu sangatlah nikmat dan aqu berniat untuk merasakannya lagi.

Monday, 10 February 2020

CERITA DEWASA - SCANDAL SEKS MANTU DAN BAPAK MERTUA

Posted by DOMINO757 OFFICIAL on February 10, 2020 with No comments



SempakBERENDA - Friska adalah seorang menantu perempuan dari Bapak Sugiono, Friska telah menjalanin kehidupan berumah tangga dengan suaminya hampir satu tahun, Karena suami Friska tergolong pria karir sehingga selalu banyak melakukan kesibukan diluar rumah dibandingkan berduaan dengan istrinya dirumah.  Padahal Friska sangat menginginkan buah hati agar dia tidak kesepian dirumah, meskipun tinggal bersama bapak mertuanya tetap hati friska terasa kesepian.

CERITA DEWASA - SCANDAL SEKS MANTU DAN BAPAK MERTUA

Sejak kematian ibu mertuaku beberapa bulan yang lalu membuat bapak mertuaku juga merasakan kesepian yang hampir sama kurakan setiap hari didalam keluarga ini. Hingga suatu saat bapak mertuaku datang ke ruang keluarga yang pada saat itu aku sedang menonton televisi, karena merasa kesepian dikamarnya, si Bapak mertua menghampiriku diruang keluarga.

“Bapak boleh kan Fris ikut nonton sama kamu?, bapak bosan dikamar sendirian ditambah lagi ac kamar bapak sedang rusak jadi terasa panas dikamar,” tanya bapak mertuaku.

Ke-esokan harinya selepas makan malam bapak mertuaku berehat di ruang tamu tempat aku menonton semalam. Waktu itu bapak mertuaku memakai kain sarung saja. Oleh kerana keadaan bilik agak panas kipas angin dipasang laju. Aku diajaknya berbual-bual. Sebagai menantu yang baik aku melayan bapak mertuaku berbual. Sambil berbual-bual terselak kain bapak mertuaku kerana ditiup angin dari kipas yang laju. Aku ternampak balak bapak mertuaku terpacak keras di celah paha. Tak kusangka sama sekali..!

Bapak mertuaku buat-buat tak tahu saja. Balak bapak mertuaku nampaknya berada di dalam keadaan yang sungguh tegang. Spontan saja cipapku mengemut dan nafsuku bangkit. Lebih lebih lagi aku baru saja bersih dari haid dan tak sempat didatangi oleh suami ku. Jika bersama pun suamiku tidak memberi perhatian kepada hubungan kami. Di fikirannya hanya kerja. Terasa mendidih darahku pada waktu itu. Bagai gunung berapi yang siap sedia memuntahkan lahar panasnya.


Aku rasa balak bapak mertuaku jadi tegang sebab dia asyik perhatikan pakaianku. Aku hanya mengenakan pakaian gaun malam tanpa apa-apa pun di dalam, maklumlah cuaca begitu panas. Sebenarnya telah menjadi kebiasaanku bila mengenakan gaun malam aku tidak memakai bra dan seluar dalam. Memang kebiasaanku bila berada di rumah bersama suamiku. Aku terlupa bahawa yang bersamaku kali ini adalah mertuaku bukan suamiku. Dengan ukuran payudara ku yang lumayan besar membuat mertuaku sendiri sampai suka denganku. Agen Domino99 Terpercaya Di INDONESIA Patutlah semasa aku menghidangkan makanan, bapak mertua asyik merenung lurah bukit kembarku yang agak terdedah kerana leher gaun yang kupakai agak luas.

Kerana tidak dapat menahan nafsu, aku terus menuju ke bilikku dan meninggalkan bapak mertua di ruang tamu untuk menonton berita perdana di TV. Desakan nafsuku yang meluap-luap itu telah menyebabkan aku terkocoh-kocoh mengejar tilam untuk segera melayan denyutan cipapku. Setiba di dalam bilik, aku pun menghumbankan badan ke katil dan terus menyelak gaun tidur. Bahagian bawahku terdedah tanpa seurat benang.

Aku mengangkang seluas yang mungkin dan mulalah bermain dengan biji kelentitku. Alangkah bahagianya kalau Fajar mempunyai konek besar seperti kepunyaan bapak mertuaku. Aku terus leka dibuai khayalan yang sebegitu rupa. Sambil menjolok jariku ke dalam gua keramatku aku membayangkan batang balak yang besar berurat-urat sedang keluar masuk menujah taman laranganku. Kupejam mataku sambil melayan imaginasi seksku. Kurapatkan kedua-dua pahaku dengan jariku masih tetap di dalam lubang cipapku. Kubelai kelentitku dan kuraba-raba mesra. Terasa cairan hangat meleleh keluar membasahi lurah merkahku. Sungguh enak dan lazat kurasa.

Rupa-rupanya pintu bilik ku tadi bukan saja tidak kukunci malahan ianya ternganga luas. Tanpa kusedari, bapak mertuaku telah mengekoriku ke bilik. Ketika aku sedang leka melayani runtunan nafsu, dia dengan jelasnya dapat menonton segala tingkah lakuku. Berderau darahku melihat bapak mertuaku sedang berdiri di muka pintu. Sesosok tubuh lelaki tua yang berkulit hitam legam sedang bertelanjang bulat di situ. Batang balaknya yang juga hitam legam itu terpacak keras berurat-urat. Bulu-bulu yang sudah mulai memutih kusut masai seperti tak terurus. Tangan kanannya sedang kemas menggenggam balaknya yang sudah keras terpacak. Aku terkejut dan teramat malu. Aku tergamam hingga aku terlupa bahawa tanganku masih lagi melekat pada mutiara nikmatku.



Bapak mertuaku bertindak pantas meraih kesempatan terhadap aku yang masih terpinga-pinga. Dia terus menerpa dan mencelapak kangkangku yang sudah sedia terbuka luas. Pahaku dipegang kemas hingga aku tak mampu melindungi cipapku. Mukanya disembam ke taman rahsiaku. Cipapku yang telah basah dijilat-jilat dengan lidahnya. Bibir cipapku yang lembut menjadi sasaran jilatannya. Bila kelentitku yang sememangnya telah tegang dijilatnya aku hanya mampu meraung kesedapan. Terangkat-angkat punggungku menahan geli dan nikmat. Agen Bola Resmi Dan Terpercaya  Selama dua tahun kami berkahwin suamiku tak pernah melakukan seperti apa yang mertua aku sedang lakukan. Suamiku patut belajar dari bapaknya cara memuaskan isteri.

Mungkin terlalu geram melihat cipap muda berbulu nipis di depannya, mertuaku seperti dirasuk menggomol dan menggosok mukanya ke seluruh cipapku. Habis mukanya berlepotan dengan lendir yang banyak keluar dari cipapku. Lidahnya makin ganas meneroka lubang cipapku yang mula ternganga menunggu diisi. Gerakan lidah maju mundur dalam lorong nikmatku sungguh sedap. Belum pernah aku merasa senikmat ini. Hanya erangan saja yang keluar dari mulutku.

Gerakan-gerakan ganas pada cipapku membuat aku tak dapat bertahan lagi. Cairan panas tersembur keluar dari cipapku. Aku mengalami orgasme yang pertama. Muka mertuaku makin basah dengan lendir dari cipapku. Aku lemah longlai penuh lazat. Lelaki separuh abad yang berkulit hitam dipanah matahari ini sungguh mahir melayanku. Badan tuanya masih kelihatan berotot-otot kekar kerana setiap hari beliau menggunakan tulang empat keratnya bersawah. Tenaganya masih kuat dan mampu mengalahkan suamiku, anaknya. Nafsunya juga amat tinggi, mungkin kerana telah bertahun tidak bersama perempuan sejak kematian ibu mertuaku.

Melihat mataku yang kuyu, mertuaku mula merangkak ke atas tubuhku. Badanku dipeluk kemas sementara mulutnya pula telah berjaya menyusukan puting payudara ku. Dinyonyot putingku bergilir-gilir kiri kanan. Aku masih cuba menolak badannya yang berotot keras itu tapi mertuaku lebih tangkas. Kedua tanganku ditekan ke tilam. Aku tak berdaya berbuat apa-apa lagi. Aku hanya mampu meronta melawan kudrat bapak mertuaku yang lebih kuat.

Bapa, jangan. Saya menantu bapa, isteri anak bapak,” rayuku.
“Tak apa, anggap saja bapak suamimu sekarang,” bapak mertuaku bersuara.

Bapak mertuaku merapatkan bibir lebamnya ke bibirku. Dihisap dan disedut bibirku yang comel. Aku tak mampu berkata-kata lagi. Aku pasrah saja menunggu tindakan selanjutnya dari bapak mertuaku. Aku tergeletak pasrah di tilam dengan kakiku terkangkang luas.

Friska , sudah lama bapak geram pada Friska . Kecantikan dan gerak geri Friska  meruntuhkan iman bapa,” bisik mertuaku di telingaku.

Aku hanya diam tak bersuara. Melihat keadaanku yang pasrah tak melawan itu maka bapak mertuaku mula bertindak. Aku terasa ada gerakan-gerakan di celah kangkangku. Cipapku terasa disondol-sondol oleh satu benda bulat. Benda bulat keras bergerak pantas di celah alur cipapku yang telah basah dari tadi. Tiba-tiba benda bulat panjang mula terbenam ke dalam rongga cipapku. 

Bapak mertuaku mula menghayunkan pinggulnya maju mundur. Mertuaku menggunakan segala pengalamannya bagi menakluk menantunya yang masih muda dan bertenaga. Jika kekuatan tenaga yang diadu mungkin dia akan dahulu menyerah kerana itu mertuaku mengguna segala muslihat dan pengalaman yang dipunyainya. Ibarat pendekar tua yang banyak ilmu yang sedang bertarung dengan pendekar muda yang penuh bertenaga. Hanya dengan taktik dan teknik yang ampuh saja mampu mengalah pendekar muda yang banyak tenaga.

Bapak mertuaku hanya memasukkan separuh saja balaknya ke dalam cipapku. Dilakukan gerakan maju mundur dengan cepat sekali. Sungguh cepat dan laju hingga aku terasa sensasi nikmat yang amat sangat. Aku rasa G-spot ku diteroka dengan penuh kepakaran oleh mertuaku. Hanya erangan demi erangan saja yang keluar dari mulutku. Aku tak mampu berfikir lagi. Otakku kosong, yang aku rasa hanya nikmat semata-mata.

Selepas lima minit mertuaku mula menekan perlahan balaknya yang keras itu. Akhirnya seluruh batang balaknya terbenam dalam lubang cipapku. Terbeliak mataku menerima balak besar dan panjang. Terasa senak diperutku dihentak oleh balak bapak mertuaku. Suamiku tak pernah mampu meneroka sedalam ini. Aku cuba menyesuaikan diri dengan balak besar hingga perasaan nikmat dan lazat bertambah-tambah menyelinap ke seluruh urat sarafku.

“Lubang Friska  sungguh sempit, padat rasanya. Belum pernah bapak rasa lubang ketat macam ni,” puji bapak mertuaku.

Aku hanya tersenyum mendengar pujian mertuaku. Aku tak pasti pujian itu ikhlas atau hanya pujian palsu lelaki yang sedang dikuasi nafsu. Mula merasai lubang cipapku yang sempit dan hangat, bapak mertuaku mulalah menghenjutku dengan rakus. Dari gelagat keganasannya itu jelaslah bahawa selama ini dia memang geram terhadap diriku. Apalagi ibu mertuaku telah lama meninggal. Sudah lama bapak mertuaku berpuasa hubungan kelamin. Dendam nafsu yang ditanggung selama ini dilampiaskan sepuas-puasnya pada diriku yang masih muda dan solid.

Akalku cuba menafikan tetapi nafsuku tak dapat menolak akan kehebatan bapak mertuaku. Balaknya yang besar dan berurat-urat itu memberi kenikmatan berganda berbanding zakar suamiku yang kecil. Biar otakku menolak tapi cipapku mengalu-alu kehadiran batang besar dan panjang. Kehadirannya di dalam perutku amat ketara kurasakan. Malahan kesan penangan yang sebegitulah yang selama ini aku dambakan. Gerakan kasar dan penuh penguasaan seperti inilah yang amat aku berahikan. Semakin lama semakin pasrah aku zahir dan batin.

Bagi menyeimbangkan perlawanan maka aku mula mengurut dan mengemut batang besar mertuaku. Otot-otot cipapku meramas secara berirama balak yang terbenam dalam terowong nikmatku. Aku ayak-ayak punggungku bagi menambahkan lagi kenikmatan bersama.

“Lubang Friska hangatlah. Friska  padai kemut, sedaplah Friska ,” mertuaku memujiku lagi

Seluruh jiwa ragaku mulai kecundang terhadap tuntutan nafsu yang maha sedap itu. Tanpa segan silu mulutku tak putus-putus merengek dan mengerang. Aku mengaku akan kehebatan bapak mertuaku. Tiada lagi rasa berdosa dan penyesalan. Nikmat dan lazat saja yang kurasai waktu ini.

Bapak sedaplah, laju lagi pak,” tanpa sadar aku bersuara.

Mendengar suara rengekanku meminta maka makin laju bapak mertuaku mengerjakanku. Badanku dirangkul kemas, bukit kembarku diramas dan dihisap. Ladangku yang subur dibajak sejadi-jadinya oleh mertuaku. Kehebatannya mengalahkan suamiku yang juga anaknya sendiri. Kesuburan ladangku dapat dirasai mertuaku. Digemburnya ladangku sepuas-puasnya. Jelaslah bahawa suamiku sendiri gagal menandingi kemampuan bapaknya. Mungkin sebab itulah dia gagal menghamilkan aku.

Dinding cipapku digeser-geser oleh kepala dan batang mertuaku. Otot-otot cipapku menjerut rapat batang besar. Terasa seperti melekat dinding cipapku dengan balak mertuaku. Bila ditarik balaknya aku rasa seperti isi cipapku turut sama keluar. Aku menggelupur kesedapan. Aku seperti melayang di kayangan. Otot-otot badanku menjadi kejang, kakiku mendakap erat badan mertuaku dan tanganku mencakar-cakar belakang bapak mertuaku kerana teramat nikmat. Akhirnya mencurah-curah air nikmatku menyirami kepala konek mertuaku. Aku lesu kelemasan.

Bapak hebat, Fajar tak sehebat bapak,” aku memuji kemampuan mertuaku.

Setelah cukup rata membajak, bapak mertuaku pun mulalah menyemburkan benih zuriatnya ke dalam rahimku. Terbeliak biji mataku menikmati kesedapan setiap pancutan yang dilakukannya. Kepanasan cecair benih lelaki tua disambut dengan ledakan nafsuku sendiri. Menggeletar seluruh tubuhku menikmati tadahan benih-benih zuriat yang cukup banyak menyemai rahimku yang subur. Aku terkulai layu penuh nikmat.



Selepas itu kami sama-sama terdampar keletihan setelah mengharungi kepuasan bersama. Bertelanjang bulat kami tidur berpelukan hingga ke pagi. Tengahhari esoknya sekali lagi bapak mertuaku menyemai benih yang mampu membuncitkan perut aku. Kali ini dia menghenjut aku bagi tempoh yang lebih lama dari semalam. Malahan cecair benihnya juga lebih banyak dan lebih pekat. Hampir seminit aku terpaksa menadah perahan nafsunya. Agen Domino99 Online Terpercaya

Dua kali aku klimaks sepanjang pertarungan itu. Batang besar hitam itu membuat aku terkapar lesu kesedapan. SungguHPun bentuknya hodoh hitam berurat-urat tetapi membuat aku ketagih untuk menikmatinya.

Telefon di ruang tamu berdering. Dengan perasaan agak malas aku menyambutnya. Di hujung sana suamiku memberitahu bahawa dia akan terus ke Sarawak dan akan berada di sana selama sebulan. Bapak mertuaku tersenyum sumbing mendengar khabar tersebut. Aku pula jadi serba salah kerana selama tempoh itu kelak aku bakal ditiduri oleh seorang lelaki tua yang hitam legam lagi tidak kacak. Tetapi aku akui mainan seksnya cukup hebat mengalahkan orang muda.

Dua bulan kemudian aku mulai muntah-muntah. Mertuaku tersenyum senang kerana benih yang disemainya telah tumbuh. Suamiku juga gembira kerana akan menimang cahaya mata tetapi dia tidak tahu bahawa anak yang kukandung adalah adiknya sendiri.

Wednesday, 5 February 2020

Kisah Percintaan Murid dan Dosen Berakhir Ngeseks

Posted by DOMINO757 OFFICIAL on February 05, 2020 with No comments
Kisah Percintaan Murid dan Dosen Berakhir Ngeseks - Cerita ini berawal pada waktu itu saya lagi kuliah disalah satu universitas ternama di jakarta, sebut saja universita xxx Ceritanya ketika itu saya lagi putus dengan pacarku dan memang ia tak tahu diri, telah dicintai malahan bertindak, alhasil dari cerita cintaku hanya berumur 2 tahun saja.



Waktu itu saya tinggal berlima dengan sahabat satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima. Kebetulan di rumah itu cuma saya yang laki-laki. Awalnya saya bilang sama kakak perempuanku, “Telah, saya pisah rumah saja atau kos di daerah”, tetapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya aku tak dibolehkan pisah rumah. Kita malahan tinggal serumah dengan tiga sahabat wanita kakakku.

Kisah Percintaan Murid dan Dosen Berakhir Ngeseks

Ada satu diantara mereka telah jadi dosen tetapi di Universitas lain di sekitar kampusku, Ibu Reta namanya. Kita seluruh memanggilnya Ibu maklum telah usia 40 tahun tetapi belum juga menikah. Ibu Reta menanya,

“Eh, lu belakangan ni kok suka banget ngelamun sih, hayo ngaku ngelamun apa? Jangan-jangan kamu ngelamun hal itu..”
“Itu apanya Bu?” tanyaku.

Memang dalam kesehari-harianku, Ibu Reta tahu sebab saya acap kali juga curhat sama ia sebab ia telah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal. Saya mulai cerita,

“Tahu nggak persoalan yang kuhadapi? Kini saya baru putus sama pacarku”, kataku.

“Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari pekan kemarin murung aja dan acap kali ngalamun sendiri”, kata Ibu Reta. Domino757

Itu dekatnya saya sama Ibu Reta hingga suatu waktu saya mengalami kejadian ini. Entah mengapa saya tak sengaja telah mulai ada perhatian sama Ibu Reta.

Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, saya sedang sakit kepala jadinya saya tidak hadir dari kuliah. Siang itu pas jam 11:00 siang ketika saya bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, lazimnya bila siang-siang bolong demikian ini telah pada nggak ada orang di rumah tetapi kok hari ini kayaknya ada sahabat di rumah nih. Saya pergi ke arah dapur.

“Eh Ibu Reta, nggak ngajar Bu?” tanyaku.

“Kau kok nggak kuliah?” tanya ia.

“Habis sakit Bu”, kataku.

“Sakit apa sakit?” goda Ibu Reta.

“Ah.. Ibu Reta dapat aja”, kataku.

“Telah makan belum?” tanyanya.

“Belum Bu”, kataku.

“Telah Ibu Masakin aja sekaligus sama kau ya”, katanya.

Dengan cekatan Ibu Reta memasak, kita malahan seketika makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul hingga-hingga kita membahas cerita yang agak beraroma seks. Kukira Ibu Reta nggak menyukai yang namanya cerita seks, eh tau-taunya ia membalas dengan cerita yang lebih hot lagi. Kita malahan telah kian jauh ngomongnya. Pas ketika itu saya ngomongin perihal perempuan yang telah lama nggak menikmati kekerabatan dengan lain jenisnya.

“Apa masih ada gitu kemauannya untuk itu?” tanyaku.
“Nikmat aja, emangnya nafsu itu ngenal umur gitu”, katanya.
“Oh bila gitu Ibu Reta masih punya harapan dong untuk ngerasain bagaimana kekerabatan dengan lain variasi”, kataku.
“So pasti dong”, katanya.
“Lalu bersama siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum menikah”, kataku sambil merasakan enaknya nyeletuk.

Agen Ceme Uang Asli

“Aku bakal setuju kok”, kataku kembali dengan sikap acuh tak acuh sambil kulihat wajahnya. Ibu Reta agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku kian membludak dan entah kapan mulainya saya mulai membatasi tangannya. Dengan sedikit agak gugup Ibu Reta linglung sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha saya seharusnya merayu terus hingga ia benar-benar bersedia mengerjakannya.

“Okey, sorry ya Bu, saya telah terlalu lancang kepada Ibu Reta”, kataku.

“Nggak, saya kok yang salah mengawalinya dengan meladenimu bicara soal itu”, katanya.

Dengan hatiku yang begitu gembira, kupegang lagi tangannya yang lembut sambil mendekatkannya. Dengan lembut kukecup keningnya. Ibu Reta terbawa dengan kondisi yang kubuat, ia menutup matanya dengan lembut. Juga kukecup sedikit di bawah telinganya dengan lembut sambil kubisikkan, “Saya sayang kau, Ibu Reta”, tetapi ia tak menjawab sedikitpun.

Dengan agak ragu, kudekati bibirku ke bibirnya. Cup.. dengan seperti itu lembutnya saya merasa kelembutan bibir itu. Aduh lembutnya, dengan cekatan saya telah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga ia balas kecupanku. Kans itu tak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. Kukecup, “Aah.. cup.. cup.. cup..” ia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami mengerjakannya, tetapi kali ini ia telah dengan mata terbuka. Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.

“Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Reta aja ya!
Kubujuk Ibu Reta , “Reta, yuk main ke kamarku!”.

Dengan sedikit agak terkejut juga tetapi tanpa konfrontasi yang berarti kutuntun ia ke kamarku. Kuajak ia duduk di tepi daerah tidurku. Saya telah tak bendung lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. Dengan pelan kubuka kacing pakaiannya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. Ala mak.. cantiknya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten. Pertama-tama belahan gunung kembarnya.

 “Ahh.. sshh.. teruskan Ji”, kata Ibu Reta yang sudah tak tahan lagi, BH-nya kulepaskan dan terbentanglah dua buah kembar yang sintal ukuran 34 B. Kukecup ganti-gantian,

“Aah.. ssh..” dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri sebab ketika itu ia pas mengaplikasikan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis, kuelus dengan lembut, “Aah.. saya juga telah mulai terstimulasi.



Kusikapkan celana pendeknya hingga terlepas sekalian dengan celana dalamnya, hu.. menawannya gundukan yang mengembang. Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu,

“Aah.. uh.. ssh.. Biji kau kok trampil sih, saya juga telah nggak bendung lagi”, sesungguhnya memang ini ialah pemula bagi saya, eh ternyata Reta juga telah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas telah celana pendek sekalian celana dalamku.

“Oh.. besar benar-benar”, katanya. Kaprah-kaprah 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut ia mengelus zakarku, “Uuh.. uh.. shh..” dengan akurat saya berubah posisi 69, kupandangi sebentar gundukannya dengan pasti dan lembut. Saya mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, saya berupaya memasukkan lidahku ke dalam lubang alat kelaminnya, “Aah.. uh.. ssh.. terus Biji”, Reta mengerang. “Saya juga nikmat Reta”, kataku.

Dengan lembut di gilas habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut,

“Assh.. oh.. ah.. Reta terus sayang”, dengan lahap juga kusapu seluruh dinding lubang alat kelaminnya,

“Aahk.. uh.. ssh..” sekitar 15 menit kami mengerjakan posisi 69, telah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

Telah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. Dengan dibantu tangannya, diberi tuntunan ke lubang kewanitaannya. Perlahan-lahan kusorong bokongku,

“Aahh.. sshh.. -pelan-pelan Biji, aku masih gadis”, katanya.

“Haa..” saya terkejut, benar rupa-ternyata ia masih suci. Dengan sekali dorong lagi telah terasa licin. Blesst,

“Aahk..” teriak Reta , kudiamkan sejenak untuk menghilangkan rasa sakitnya, sesudah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. Mungkin sebab baru pertama kali cuma dengan waktu 7 menit Reta..

“Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. saya berkeinginan keluar Biji”, katanya.

“Tunggu, saya juga telah berkeinginan keluar akh..” kataku. Tiba-tiba menegang telah lubang alat kelaminnya menjepit batang kemaluanku dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tak kuat lagi memuntahkan..

“Crot.. crot..” spermaku banyak muncrat di dalam vagina.

“Aakh..” saya lemas habis, saya tergolek di sampingnya. Dengan lembut ia kecup bibirku,

“Kau menyesal Biji?” tanyanya. “Ah nggak, kitakan sama-sama berkeinginan.” Kami kencang-kencang berberes-beres agar tak ada kecurigaan, dan semenjak kejadian itu saya acap kali bermain cinta dengan Ibu Reta hal ini tentu saja kami lakukan jikalau di rumah sedang sepi, atau di daerah penginapan kalau kami telah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. semenjak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi bibit-bibit cinta, dan sekarang Ibu Reta menjadi pacar gelapku.

BACA JUGA : 

Friday, 31 January 2020

Perawanku Hilang Diambil Orang

Posted by DOMINO757 OFFICIAL on January 31, 2020 with No comments


SempakBERENDA - Nirmala hendak berteriak minta tolong, tapi mulutnya langsung dibekap oleh preman yang berdiri di belakang Nirmala.  ternyata, 3 preman itu tidak mabuk meskipun mereka minum-minum karena minuman berakoholnya cuma sedikit dan lebih banyak air. Maklum preman gak modal. 2 preman yang lain tertawa dengan licik melihat Nirmala yang sudah tidak berdaya.

"gila,,bening banget nih cewek,,mimpi ape kite kemaren,,".

"kalo gue sih mimpi ketiban duren,,".

"udeh lo bedua berisik banget,,mending lo bedua buka jaket nih cewek,,".

"oke bos,,". Salah satu preman itu menarik resleting jaket Nirmala ke bawah sementara preman terakhir memegangi kaki Nirmala agar tidak menendang-nendang lagi. Preman yang ditugasi untuk membuka jaket sangat kaget ketika resleting jaket Nirmala sudah terbuka sampai ke perutnya.

"gila,,ni cewek cuma pake jaket doang,,gak pake baju die bos,,".

"ah,,yang bener lo Jo,,", si bos preman itu pun menutupi mulut Nirmala dengan tangan kirinya dan tangan kanannya bergerak menyusup ke dalam jaket Nirmala dan langsung meremas kencang payudara kiri Nirmala.

Perawanku Hilang Diambil Orang
Ekspresi wajah Nirmala menunjukkan kalau Nirmala kesakitan akibat remasan kencang si bos preman di payudara kirinya. Preman yang memegangi kaki Nirmala tidak tahan hanya melihat kaki & paha Nirmala yang putih mulus tanpa cacat sedikit pun. Jadi, preman itu mengelus-elus paha Nirmala dengan tangan kanannya. Lalu tangan preman itu terus bergerak hingga ke pangkal paha Nirmala.

"die juga gak pake celana dalem bos,,kayaknye die emang udeh siap buat dientot ni bos,,".

"yaude,,lepasin jaketnye, Jo,,biar ni cewek telanjang sekalian,,".

"oke bos,,". Ketiga preman itu jadi lengah sehingga otak Nirmala langsung bekerja untuk melepaskan diri dari 3 preman itu. Nirmala mendorong kepalanya ke belakang sehingga mengenai wajah si bos preman.

"aarrgghh,,", bos preman itu langsung menjauh dari Nirmala sambil memegangi hidungnya yang hampir patah karena terbentur bagian belakang dari kepala Nirmala. 1 preman sudah lepas, 2 more to go. Nirmala mengangkat kaki kanannya sehingga lutut Nirmala langsung menghantam dagu preman yang memegangi kakinya. Preman itu langsung jatu terjerembab ke belakang. Still 1 preman standing.


Nirmala langsung meninju preman yang tadi ditugasi melucuti jaket Nirmala. Meski tinju
Nirmala lemah, tapi mampu membuat preman itu juga jatuh ke belakang karena preman itu berjongkok dengan sedikit berjinjit. Nirmala pun langsung mengambil langkah 2 ribu menjauhi 3 preman yang sedang kesakitan sambil berteriak minta tolong. Ada orang keluar dari warung, Nirmala berlari ke arah orang itu, sambil berlari, Nirmala menarik resleting jaketnya ke atas lagi agar payudaranya tertutupi jaket.

"tolong pak,,saya mau diperkosa,,", kata Nirmala sambil berlindung di belakang orang itu.

"mana Dek,,yang mau merkosa,,", ujar orang itu sambil bertolak pinggang seperti jagoan. 3 preman itu muncul di hadapan abang pemilik warung dengan nafas mereka yang terengah-engah. Nirmala merasa sedikit tenang melihat si abang pemilik warung kelihatannya tidak gentar menghadapi 3 orang preman itu.

Tiba-tiba, trio preman itu langsung bergerak ke belakang si abang pemilik warung dan menangkap Nirmala.

"pak,,tolong saya,,", pinta Nirmala dengan wajah sedihnya. Abang pemilik warung itu menoleh ke
belakang.

"ah,,parah lo betiga,,udah gue kasih minuman,,malah gak ngajak gue pas mau merkosa cewek,,",
kata-kata yang keluar dari mulut si abang pemilik warung membuat Nirmala seperti tersamber petir.

"gimane mau ngajak lo Din,,die aje kabur,,".

"kok bisa kabur?".

"noh,,gara-gara si Narjo buka jaketnye kelamaan,,".

"bukan salah gue bos,,gara-gara si Bagus,,megangin kakinye gak bener,,".

"enak aje,,lo,,bos Hari juga salah,,".

"udeh,,udeh,,mending,,kite mulai aje,,ngerjain ni cewek nyang kayak bidadari ini,,".

"bener juge ape kate lo,,Yo,,". Akhirnya, nama mereka terungkap juga. Si bos preman bernama Hari, si abang pemilik warung bernama Taryo, preman yang tadi memegangi kaki Nirmala bernama Bagus, dan preman yang terakhir bernama Narjo.

"ngapain lo kabur tadi,,hah?!", sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Nirmala.

"udeh,,kite telanjangin aje nih cewek,,biar die kapok,,". Dalam waktu sekejap, jaket Nirmala sudah dibuang jauh-jauh oleh Hari.

"buset,,bodynye bohay banget,,", ujar Narjo.

"liat tuh memeknye,,kayaknye,,masih perawan,,".

"berarti gue yang merawanin,,", kata Udin.

"enak aje lo, Din..gue bosnye disini,,", balas Hari.

"tapi,,ini kan warung gue,,", balas Udin tak mau kalah.

"yaude,,lo yang merawanin,,tapi kite gratis minum di warung lo satu minggu ye,,", kata Hari.

"sip dah,,nyang penting bisa merawanin cewek,,".

"jangan perkosa saya,,", pinta Nirmala, air matanya pun mengalir keluar.

"diem lo !! ntar lo juga enak,,", ejek Bagus.

"kite taro aje di bangku biar lebih enak,,", usul Narjo.

"bener juga lo Jo,,". Narjo & Bagus mengangkat tubuh Nirmala dan menaruh Nirmala di kursi panjang dari kayu yang biasa ada di warteg. Bagus & Narjo mengangkat kaki Nirmala ke atas sehingga vagina Nirmala yang ada di tepi ujung bangku benar-benar terekspos dengan sangat jelas.
Hari duduk di ujung bangku yang satunya, dia memegangi kedua tangan Nirmala sambil menikmati kelembutan dari bibir Nirmala yang tipis dan lembut. Nirmala tau kalau dia tidak bisa melakukan perlawanan lagi karena kali ini dia benar-benar tidak berdaya. Nirmala tidak tau apa yang akan terjadi pada vaginanya karena pandangannya tertutupi leher Hari.

"gue jilat dulu ah,,pengen tau,,memeknye perawan manis ape nggak,,hehe,,", ujar Udin. Udin berjongkok di depan vagina Nirmala dan menatapi pemandangan indah di depannya bagai detektif
yang memperhatikan dengan teliti untuk menemukan barang bukti.

"gak ade bulunye lagi,,jadi tambah napsu gue,,", kata Udin.


"udeh,,cepetan lo Din,,ntar gantian,,", kata Hari lalu Hari melanjutkan melumat bibir Nirmala lagi.

"sabar nape lo,,". Udin mengelus-elus kedua paha mulus Nirmala hingga menyentuh pangkal paha
Nirmala. Lalu Udin mendekatkan wajahnya ke vagina Nirmala. Udin semakin nafsu setelah melihat bentuk vagina Nirmala yang masih sempurna serta wangi alami dari vagina Nirmala yang dirawat dengan baik oleh Nirmala.

Udin menyapu belahan bibir vagina Nirmala dari bawah ke atas dengan sekali sapuan saja. Nirmala menggelinjang karena sapuan lidah Udin seperti sengatan listrik yang mengalir di sekujur tubuhnya. Kemudian, Udin menggelitik klitoris Nirmala dengan lidahnya.

Agen Ceme Uang Asli

"mmmffhh,,", desah Nirmala tertahan bibir Hari. Bagus & Narjo tidak hanya memegangi kaki Nirmala saja, tapi masing-masing dari mereka juga 'memegangi' dan meremasi payudara Nirmala. Udin membuka bibir vagina Nirmala sehingga dia bisa melihat bagian dalam dari vagina Nirmala yang terlihat sangat menggiurkan karena masih merah merekah. Lidah Udin sudah terselip di dalam lubang vagina Nirmala. Udin membenamkan kepalanya ke selangkangan Nirmala agar Udin bisa memasukkan lidahnya lebih dalam ke vagina Nirmala. Nirmala memang menolak, tapi dia tidak bisa menyangkal tubuhnya yang dengan senang hati menerima serangan lidah Udin.

"nnggffhh,,,", suara lenguhan Nirmala yang masih tertahan bibir Hari. Tubuh Nirmala menjadi tegang karena dia sedang mengalami orgasme.

"ssuurpp,,slluurrp,,", Udin tidak menyia-nyiakan satu tetes pun hingga cairan vagina Nirmala tak bersisa.

SempakBERENDA


"gimane Din?", tanya Bagus.

"maknyus,,enak banget,,manis 'n gurih,,", jawab Udin.

"namanye juga memek perawan,,", ujar Narjo.

"gantian lo Din,,", kata Hari.

"okeh,,". Hari & Udin bertukar posisi. Mereka bergantian menjilati vagina Nirmala hingga masing-masing mereka telah mencicipi cairan vagina Nirmala. Nirmala sudah pasrah karena tenaganya habis setelah 4x orgasme. Sekarang, Udin berhadapan dengan vagina Nirmala lagi dengan celananya yang sudah melorot sehingga penis Udin terbebas keluar dari sangkarnya.

"akhirnye,,****** gue bisa ngerasain memek perawan juga,,", ujar Udin. Udin sudah sangat bersemangat ingin segera menghujamkan penisnya ke dalam vagina Nirmala.

"hoi !!", teriak seseorang. 4 orang itu menengok ke arah sumber suara yang mereka dengar.

"siape lo?!", tanya Udin.

"jangan ganggu dia !!", teriak orang itu. Udin bergegas memakai celananya lagi.

"mao jadi jagoan lo?". Bagus & Narjo melepaskan kaki Nirmala dan maju bersama Udin ke arah orang itu sementara Hari mengikat kaki & tangan Nirmala dengan tali rafiah yang Hari ambil dari warung Udin.

"lo semua,,jangan ganggu tuh cewek !!", kata orang itu.

"oh,,lo mao jadi jagoan lo yee,,", kata Hari yang bergabung dengan Udin, Bagus, dan Narjo.

"nyari mati die,,kite matiin aje nih orang,,biar kite bisa ngentotin perawan,,".

"Gus,,Jo,,maju lo bedua,,hajar ampe mampus nih jagoan kemaleman,,", perintah Hari.

"oke bos,,", jawab Bagus & Narjo maju mendekat ke orang itu. Bagus menyerang duluan, dia
melayangkan tinju kanannya ke arah orang itu. Orang itu menangkis dengan tangan kanannya, lalu segera menendang perut Bagus dengan cepat.

Meski hanya 1 kali tendangan, Bagus langsung sujud sambil memegangi perutnya dan meringis kesakitan. Narjo menyerang orang itu dari belakang dengan melayangkan sebuah pukulan.
Tapi, dengan cekatan orang itu menghindar ke kiri lalu menggerakkan siku tangan kanannya untuk mengenai perut Narjo. Narjo langsung kesakitan karena hantaman siku orang itu begitu kuat. Orang itu langsung melakukan tendangan berputar ke belakang dan mengenai wajah Narjo sehingga Narjo langsung terlempar ke samping.



"sialan lo !!", Hari & Udin langsung maju menyerang orang itu. Tapi, orang itu melayangkan 2 jurus tendangan saja, Udin dan Hari langsung kesakitan.

"awas lo ye,,!!", ancem Hari sambil kabur. Udin, Bagus, dan Narjo juga lari dengan sangat kencang. Orang itu mendekati Nirmala yang tidak berbusana dan tidak berdaya karena kaki & tangannya terikat ke bangku.

"lo gak apa-apa?", kata orang itu sambil melepaskan ikatan di kaki dan tangan Nirmala.

"terima kasih,,", jawab Nirmala masih lemah.

"nih,,pake jaket gue,,", orang itu memakaikan jaketnya ke Nirmala setelah Nirmala duduk di bangku.

"terima kasih Mas,,".

"kenalin nama gue Eno,,".

"nama saya Nirmala,,".

Ternyata, Eno adalah sabuk hitam dalam Taekwondo sehingga tidak heran dia mengalahkan 4 orang tadi dengan sangat mudah meskipun wajah Eno tidak mendekati kata ganteng sedikit pun.

"ngapain lo malem-malem ada di luar?".

"saya baru dateng dari desa Mas,,".

"oh,,pantes aja,,mukanya masih lugu,,terus sekarang mana celana kamu? masa gak pake celana kayak gini,,".

"gak tau Mas,,".

"yaudah,,lo pake celana training gue aja,,", kata Eno menyerahkan celana trainingnya yang dia ambil dari dalam tasnya.

"makasih Mas,,".

"lo mau kemana sekarang?".

"mm,,saya mau ke rumah saudara saya,,", Nirmala berbohong.

"mau gue anter?".

"ah,,gak usah Mas,,saya jalan sendiri saja,,", Nirmala menolak tawaran dari Eno karena dia sudah tidak percaya kepada laki-laki.

"yaudah,,tapi gue anterin ke tempat yang lebih rame ya?".

"apa gak ngerepotin?".

"gak apa-apa,,yuk,,". Eno berjalan ke motornya yang diparkir agak jauh dari warung. Nirmala memakai celana training Eno sehingga akhirnya, vagina Nirmala tertutup juga.
Eno datang mendekati Nirmala dengan mengendarai motornya.

"ayo,,naik,,".

"iya Mas,,". Nirmala naik membonceng di belakang lalu Eno memacu motornya menjauhi warung itu menuju ke tempat yang lebih ramai.

"makasih ya Mas,,", Nirmala turun dari motor.

"lo gak pake alas kaki ya dari tadi?".

"iya,,Mas,,ilang,,".

"oh,,kalo gitu pake sendal gue aja,,nih,,".

"ntar Mas gimana?".

"udah,,gak apa-apa,,pake aja,,tapi beneran lo gak apa-apa jalan sendiri?".

"iya Mas,,gak apa-apa,,makasih banyak udah nyelametin saya Mas,,".

"yaudah deh,,gue duluan ya,,ati-ati lo,,". Eno pun pergi meninggalkan Nirmala karena dia ada urusan
penting. Nirmala berjalan sendiri lagi, tapi kali ini dia memakai celana untuk menutupi bagian bawah tubuhnya dan sendal untuk melindungi kakinya. Tenaga Nirmala tinggal seperempat saja sehingga Nirmala hanya mengikuti kakinya tanpa tau arah & tujuan. Kakinya membawa Nirmala ke sebuah komplek perumahan yang lumayan elit. Seperti komplek lainnya, ada pos satpam dan portal sebelum masuk ke komplek, tapi kelihatannya satpamnya sedang tidak ada.



SempakBERENDA : Nirmala masuk ke daerah komplek itu dengan langkah gontai karena dia sudah sangat lemas. Battery empty, please recharge. Tenaga Nirmala sudah benar-benar tidak tersisa lagi kali ini sehingga Nirmala jatuh pingsan di depan sebuah rumah yang besar. Dengan mata yang samar-samar, Nirmala melihat ada seseorang yang mengangkat tubuhnya. Setelah itu, Nirmala sudah tak sadarkan diri.

Saat bangun, Nirmala sudah berada di atas ranjang yang sangat empuk. Dia meregangkan tubuhnya alias ngulet. Battery full. Badan Nirmala sudah benar-benar segar sehabis tidur sehingga Nirmala memutuskan untuk bangun dari ranjang. Kamar itu begitu besar, luas, dan penuh dengan barang yang keliatannya mahal. Nirmala tidak berani menyentuh apa-apa karena takut ada yang pecah. Nirmala berjalan menuju ke pintu kamar yang sangat besar. Nirmala membuka pintu kamar itu dan berjalan keluar dari kamar. Nirmala menjelajahi rumah yang lumayan besar itu dan mencari si pemilik rumah yang mungkin tadi telah membawanya masuk ke dalam rumah.

Tapi, meski dicari kemana-mana, Nirmala tidak menemukan siapa-siapa di rumah itu. Jadi, Nirmala hanya duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Tiba-tiba Nirmala mendengar suara pintu terbuka. Seorang bapak masuk ke dalam ruang tamu.

Cerita Dewasa

"eh,,kamu udah bangun?".

"bapak siapa?", tanya Nirmala ketakutan.

"nama bapak,,Dirman,,kamu?".

"nama saya Nirmala,,kenapa saya ada disini?".

"tadi kamu pingsan di depan rumah bapak,,jadi bapak bawa kamu ke dalem rumah,,".

"maaf,,saya ngerepotin bapak,,".

"kenapa nak Nirmala bisa pingsan?".

"saya kesasar,,".

"oh,,kalo gitu,,nak Nirmala tinggal disini aja dulu,,".

"aduh,,maap pak,,saya gak mau ngerepotin,,".

"gak apa-apa,,pasti kamu lapar,,udah lah,,malem ini nak Nirmala tinggal disini dulu,,".

"tapi kalau saya tinggal disini,,apa istri bapak gak apa-apa?".

"oh,,nak Nirmala tenang saja,,istri bapak sudah gak ada,,".

"oh,,maap Pak,,saya gak bermaksud,,".

"ah,,gak apa-apa,,ayo nak Nirmala,,kita makan,,".

"gak usah Pak,,".

"kruukk,,,~~", bunyi dari perut Nirmala yang keroncongan membuat Nirmala tersipu malu.

"tuh kan,,udah ayo kita makan,,", Pak Dirman menarik tangan kanan Nirmala dan membawanya ke ruang makan. Sambil berjalan ke ruang makan, pikiran Nirmala bercabang menjadi 2. Yang satu, Nirmala deg-degan dan khawatir dengan Pak Dirman yang duda karena Nirmala teringat kejadian bersama ayah angkatnya. Sedangkan, pikiran Nirmala yang lain mengatakan kalau dia pergi malam ini, dia bakal kelaparan dan mungkin dia akan diperkosa oleh preman-preman yang sedang mabok. Jadi, Nirmala telah memilih untuk tinggal di rumah itu untuk semalam.

"gue nginep disini dulu deh,,kayaknya ni bapak gak punya pikiran macem-macem,,", pikir Nirmala. Pak Dirman memang terlihat seperti bapak yang baik, tapi who knows?.

"makanan sudah siap Pak,,", sapa orang yang ada di dekat meja makan.

"oh,,makasih To,,kamu sudah makan, To?".

"saya mah gampang, Pak,,saya permisi dulu ke belakang ya Pak,,".
Parto berjalan keluar dari dapur.

"ayo,,nak Nirmala,,mari makan,,".

"gak apa-apa nih Pak Dirman?".

"gak apa-apa,,hayo cepet,,mumpung masih anget,,". Pak Dirman duduk lebih dulu, disusul Nirmala
yang masih agak malu-malu duduk di meja makan.

"ayo Nirmala,,gak usah malu-malu,,ayo makan,,".

"iya Pak,,". Pak Dirman mulai mengambil makanan sedangkan Nirmala hanya sedikit mengambil
makanan karena Nirmala masih agak malu-malu.

"mm,,Pak Dirman,,saya boleh numpang ke kamar kecil?".

"oh boleh,,nak Nirmala terus aja terus belok kiri,,nah ruangan yang ada di kanan,,itu wc,,".

"makasih Pak,,saya permisi dulu,,".

"oh ya,,ya,,silakan,,". Nirmala mengikuti arahan petunjuk dari Pak Dirman sehingga dia bisa menemukan kamar mandi. Setelah buang air kecil, Nirmala mencuci tangannya di wastafel sambil menatap kaca yang ada di depannya. Nirmala melihat bayangan seorang gadis berparas cantik dengan kulit wajah putih merona. Bayangan itu tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri.
Damn, my beautiful face. Nirmala berpikir kalau saja wajahnya tidak cantik mungkin hidupnya tidak seperti sekarang, mungkin dia akan hidup bahagia. Tapi, apa mau dikata. Wajah tidak bisa diganti, operasi plastik tidak mungkin Nirmala lakukan karena kantongnya hanya berisi angin saja alias boke'. Nirmala kembali lagi ke ruang makan dan duduk kembali di bangkunya.

"ayo nak Nirmala,,makan lagi,,".

"aduh,,saya udah kenyang Pak,,", kata Nirmala sambil meminum sisa air minumnya.

"bener nak Nirmala udah kenyang? gak mau nambah?".
"makasih,,Pak,,saya udah kenyang banget,,", Nirmala merasa matanya berat sekali dan mati-matian
melawan rasa kantuk yang tiba-tiba menyerangnya.

"padahal gue baru tidur,,kenapa gue udah ngantuk lagi?", tanya Nirmala dalam hati. Nirmala mengucek-ngucek matanya.

"kenapa? nak Nirmala ngantuk?".

"iya nih Pak,,padahal saya baru istirahat,,".

"ya sudah,,Parto !!", Pak Dirman memanggil Parto. Dalam waktu sebentar, Parto sudah datang.

"ada apa Pak?".

"tolong antarkan Nirmala ke kamarnya,,".

"baik, Pak,,".

"mari,,nona Nirmala,,saya tunjukkan kamarnya,,".

"terima kasih Mas Parto,,Pak Dirman,,maaf,,saya tidur duluan,,".

"oh,,ya,,gak apa-apa,,nak Nirmala emang harus istirahat,,".

"saya permisi dulu ya Pak Dirman,,makasih banget,,udah bolehin saya makan,,".

"udah,,nak Nirmala istirahat sana,,". Nirmala berjalan di belakang Parto menuju ke kamarnya.

"disini,,kamarnya nona,,", Parto membuka pintu sebuah kamar yang dalamnya lumayan mewah.

"terima kasih,,Mas Parto,,". Nirmala masuk ke dalam kamarnya sementara Parto pergi meninggalkan Nirmala.

"akhirnya,,", baru saja Nirmala mengambrukkan tubuhnya ke kasur, dia langsung tertidur. Ternyata, ada yang memasukkan obat tidur ke dalam minuman Nirmala. Obat tidur itu bereaksi dengan cepat, namun hanya sebentar membuat orang tertidur mungkin hanya 1-2 jam saja. Nirmala terbangun dan menyadari kalau dia sama sekali tidak bisa menggerakkan kaki & tangannya. Tangan Nirmala terikat ke tiang ranjang dan kaki Nirmala terikat ke tiang ranjang yang lain sehingga kini, Nirmala dalam posisi X.


"tolong,,!!", teriak Nirmala kencang. Seseorang langsung masuk ke dalam kamar Nirmala.

"tolong saya,,Pak Dirman", pinta Nirmala dengan cemas. Pak Dirman mendekat ke arah Nirmala yang telanjang dan terikat ke ranjang.

"tolo,,", Nirmala berhenti meminta tolong ke Pak Dirman karena dia melihat Pak Dirman tersenyum licik dan tatapan matanya bagai srigala lapar.

"tol,,mmffhh,,", mulut Nirmala langsung dibukam oleh Pak Dirman.

"gak nyangka,,malem-malem,,dapet rejeki nomplok,,". Pak Dirman naik ke atas ranjang dan duduk di depan selangkangan Nirmala yang terbuka lebar. Pak Dirman menindih tubuh Nirmala lalu Pak Dirman melepaskan bungkaman di mulut Nirmala. Kemuan Pak Dirman langsung membungkam mulut Nirmala lagi, tapi kali ini dengan mulutnya. Pak Dirman mengulum bibir atas dan bibir bawah Nirmala. Lalu Pak Dirman melumat bibir Nirmala habis-habisan sambil terus memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Nirmala. Nirmala sadar dia tidak bisa melawan seperti kejadian-kejadian sebelumnya sehingga Nirmala sudah pasrah apa yang akan terjadi nantinya.
Pak Dirman benar-benar mencumbu Nirmala sepuas-puasnya karena Pak Dirman terus melumat bibir Nirmala dengan sangat bernafsu. Setelah puas menikmati bibir Nirmala, Pak Dirman bangkit dari atas tubuh Nirmala.

"badan kamu bagus banget,,".

"tolonngg !!".

"percuma kamu minta tolong,,mending kamu pasrah aja,,". Pak Dirman mencengkram kedua buah payudara Nirmala yang bentuknya sangat indah itu. Pak Dirman meremas-remas kedua buah payudara Nirmala sambil sesekali mencubit payudara Nirmala. Lalu Pak Dirman mendekatkan wajahnya ke payudara Nirmala, dia mulai menciumi, menggigiti, mencupangi, dan menjilati kedua buah payudara Nirmala beserta putingnya.

"oouuummhh,,", sebuah desahan keluar dari mulut Nirmala. Wajah Nirmala merah seperti kepiting rebus karena dia tidak bisa menahan malu, tadi dia menolak mati-matian, tapi kini dia malah mengeluarkan desahan karena Nirmala tidak bisa mengingkari betapa nikmatnya lidah Pak Dirman yang menari-nari di payudaranya.
Pak Dirman menurunkan ciumannya ke perut Nirmala. Pak Dirman mencucuk-cucukkan lidahnya ke pusar Nirmala. Lalu Pak Dirman menciumi perut Nirmala terus ke bawah hingga akhirnya sampai juga di lembah kenikmatan milik Nirmala.

"wangi,,wangi sekali,,", komentar Pak Dirman setelah dia menghirup aroma wangi yang semerbak di daerah selangkangan Nirmala. Pak Dirman turun dari ranjang, dia membuka ikatan kaki kiri Nirmala lalu Pak Dirman mengikat kaki kiri Nirmala lebih tinggi lagi kemudian Pak Dirman juga melakukan hal yang sama ke kaki kanan Nirmala sehingga sekarang kaki Nirmala menjulang ke atas bagai huruf V.

"nah,,kalo gini kan lebih gampang,,". Pak Dirman naik lagi ke atas ranjang dan posisi kepalanya sudah berada di antara paha putih nan mulus Nirmala. Pak Dirman memulai dengan mengecup klitoris Nirmala berulang kali sehingga sebagai respon, tubuh Nirmala menggelinjang.

"sekarang enak kan? makanya,,kamu gak usah ngelawan lagi,,", ejek Pak Dirman.
Nirmala merasa seperti wanita murahan karena dia begitu menikmati lidah Pak Dirman yang sekarang sudah menjelajahi sekitar vaginanya.

"mmmhhh,,", desah Nirmala pelan. Pak Dirman melebarkan kedua bibir vagina Nirmala sehingga Pak Dirman bisa melihat bagian dalam dari vagina Nirmala yang masih terlihat merah menggoda.

"jangan-jangan kamu masih perawan ya? beruntungnya malem ini,,". Lidah Pak Dirman sudah mengaduk-aduk liang vagina Nirmala.

"ooohhhh,,!!", erang Nirmala mendapatkan orgasmenya. Pak Dirman tidak percaya dengan rasa cairan vagina Nirmala. Manis, gurih, dan sedikit rasa asin tercampur dengan komposisi yang sangat pas sehingga Pak Dirman mengais-ngais sisa cairan vagina Nirmala hingga tak ada sisa setetes pun. Tonjolan di celana Pak Dirman sudah sangat besar yang menandakan kalau Pak Dirman sudah horny berat. Pak Dirman langsung melucuti pakaian dan celananya sendiri sampai perutnya yang buncit bisa dilihat oleh Nirmala. Nirmala sangat kaget melihat apa yang mengacung tegak di bawah perut Pak Dirman. Penis pertama yang Nirmala lihat adalah penis ayah angkatnya, dan penis Pak Dirman lebih besar.

"jangan,,", lirih Nirmala pelan. Pak Dirman tidak mengindahkan Nirmala, Pak Dirman malah sudah bersiap-siap mencoblos vagina Nirmala. Kepala penis Pak Dirman sudah berada di depan lubang vagina Nirmala.

"tidaakk,,!!", teriak Nirmala dengan suaranya yang lemah lembut. Air mata Nirmala mengalir dari kedua matanya karena Nirmala tau kalau keperawanannya sudah tak terselamatkan lagi karena dia tidak bisa melakukan perlawanan. Pak Dirman mendorong penisnya ke dalam vagina Nirmala. Perlahan tapi pasti, penis Pak Dirman menyusup masuk ke dalam vagina Nirmala.

"uugghh,,sempithh,,", celoteh Pak Dirman sambil menekan penisnya ke dalam vagina Nirmala yang sangat kuat menjepit penis Pak Dirman karena vagina Nirmala masih sempit dan rapet..pet..pet. Good bye virginity, welcome paradise. Nirmala merasakan ada yang robek di dalam vaginanya.

"nngghh,,,", Nirmala terus menangis sambil meringis kesakitan yang luar biasa karena Nirmala merasakan vaginanya seperti terbakar dan melebar hingga semaksimal mungkin. Penis Pak Dirman sudah sepenuhnya berada di dalam vagina Nirmala, Pak Dirman merasakan liang vagina Nirmala memijit & menjepit penisnya dengan sangat kuat.

"oohh,,enak banget,,", desah Pak Dirman. Lalu Pak Dirman melihat ke arah penisnya, ada sedikit darah yang menyelip keluar dari vagina Nirmala.

"ternyata,,kamu bener-bener masih perawan ya,,gak nyangka,,saya beruntung banget malam ini,,". Nirmala hanya menangis saja.

"kalo gitu,,maennya pelan-pelan aja ya,,". Pak Dirman mulai memaju-mundurkan pinggulnya dengan
sangat pelan.

"heenngghh,,", Nirmala masih merasakan pedih sekaligus sedih. Sekarang penis Pak Dirman keluar masuk vagina Nirmala lebih cepat dari sebelumnya dan terus bertambah cepat hingga mungkin 8 kali/detik. Sambil mengaduk-aduk vagina Nirmala yang luar biasa sempit itu, Pak Dirman membelai kedua buah payudara Nirmala dengan lidahnya.

"uummmhhh,,", Nirmala mendesah karena rasa pedih yang dia rasakan sudah hilang sehingga hanya tinggal rasa nikmat saja yang Nirmala rasakan. Air mata Nirmala pun sudah tidak keluar lagi karena mata Nirmala sudah kering.

"nah,,mulai enak ya?", ejek Pak Dirman melihat Nirmala yang mulai keenakan. Rasa malu dan hina menyerang Nirmala sehingga Nirmala menolehkan kepalanya ke kiri dan menutup matanya, tapi Nirmala tidak bisa berhenti mendesah karena itu adalah lolongan jiwanya. Pak Dirman menciumi leher Nirmala membuat Nirmala merinding karena geli.

"aaahhh,,", aliran listrik menjalar di sekujur tubuh Nirmala yang menandakan kalau dia sudah mencapai orgasme pertamanya.

"ccppllkk,,ccppllkk,,", suara penis Pak Dirman yang keluar masuk vagina Nirmala yang kini sudah becek gara-gara cairan vagina Nirmala sendiri. Jepitan vagina Nirmala dan rasa hangat dari cairan vagina Nirmala membuat Pak Dirman betah membiarkan penisnya berlama-lama di dalam vagina Nirmala sehingga Pak Dirman menggenjot vagina Nirmala dengan tempo yang lambat.

"ooohh,,yeesshh,,", erang Pak Dirman karena dia sedang menembaki rahim Nirmala dengan spermanya. Pak Dirman benar-benar puas menikmati permainannya dengan Nirmala yang baru saja selesai. Meskipun berkeringat, tapi tubuh Nirmala tetap mengeluarkan aroma wangi yang enak untuk dihirup.

"ploop,,", Pak Dirman mencabut penisnya dari vagina Nirmala. Cairan merah muda langsung meleleh keluar dari vagina Nirmala. Cairan merah muda itu dihasilkan dari campuran darah keperawanan Nirmala, cairan vagina Nirmala, dan sperma Pak Dirman yang tercampur dengan rata di dalam vagina Nirmala.

"wah,,udah jam 2 malem,,besok harus bangun pagi,,kita lanjutin besok ya,,hehe", kata Pak Dirman sambil mencubit pipi Nirmala yang halus itu. Lalu Pak Dirman meninggalkan Nirmala yang masih terikat ke ranjang. Nirmala menangis lagi karena keperawanannya baru saja direnggut oleh Pak Dirman, orang yang baru saja dia kenal, mending kalau ganteng, wajah Pak Dirman sama sekali tidak ada sisi bagusnya.

Pak Dirman kembali lagi ke kamar Nirmala.

"saya lupa,,". Pak Dirman memegang dildo yang besar di tangan kanannya dan memegang lakban serta gunting di tangan kirinya. Pak Dirman mendekat ke Nirmala, lalu Pak Dirman menancapkan dildo ke vagina Nirmala.

"nnghh,,", Nirmala menahan pedih karena dildo itu lumayan besar. Batang dildo itu sudah tertanam di dalam vagina Nirmala, lalu Pak Dirman menekan tombol on yang ada di pangkal dildo.

"mmmhhh,,", Nirmala mendesah ketika dildo itu mulai bergerak-gerak dan berputar-putar di dalam vaginanya. Pak Dirman menutupi pegangan dildo itu dengan lakban secara horizontal & vertical sehingga membentuk tanda '+'.

"selamat tidur ya,,bidadari cantik,,hehe,,", Pak Dirman meninggalkan Nirmala yang terikat ke ranjang dengan dildo yang mengobok-obok vagina Nirmala. Orgasme demi orgasme Nirmala dapatkan dari dildo yang terus mengobok-obok vaginanya semalaman sampai-sampai tenaga Nirmala habis sehingga Nirmala pun pingsan.